Konsultasi Sehat

Konsultasi Sehat

dr. Adika Minaoki
0857 4783 7290
Andi Suhendi, S.Farm., Apt.
0852 2649 4607

Konsultasi

Herbal untuk Penderita Diabetes

Universal blue circle symbol for diabetes (Wikipedia)

Universal blue circle symbol for diabetes (Wikipedia)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum
Ayah saya penderita diabetes, obat herbal apa yang cocok untuk penyakit tersebut?

Wassalamu’alaikum.

Satria dhony_xxx@yahoo.com

Jawaban:

Wa’alaikum salam

Diabetes Melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (peningkatan glukosa dalam darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diagnosis DM ditegakkan dengan memeriksa kadar gula darah. Seseorang dikatakan DM jika kadar glukosa darah sewaktu (GDS) >200 dan kadar glukosa darah puasa > 126. Sayang sekali anda tidak menyebutkan hasil pemeriksaan laboratorium dan informasi sejak kapan ayah anda menderita DM.

Prinsip pengobatan DM secara medis adalah dengan memberikan obat yang dapat menurunkan kadar gula darah yang sering disebut obat antihiperglikemik. Pada keadaan-keadaan tertentu bahkan dibutuhkan terapi insulin. Jadi, jika anda menginginkan pengobatan herbal, pilih kandungan herbal yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah Habbatus sauda’ (Nigella sativa). Telah terdapat penelitian yang menunjukkan hal itu. Anda bisa mencoba mengkonsumsi AFIAFIT dengan dosis 3×2 kapsul sehari. Pengobatan alternatif lain yang dapat dicoba adalah dengan bekam (al hijamah). Terdapat penelitian bahwa ternyata terapi bekam bermanfaat terhadap pasien DM.

Jika ada obat dari dokter, saya sarankan untuk tetap diminum, beri jeda waktu minimal 2 jam dengan pemberian AFIAFIT. Usahakan tetap kontrol rutin ke dokter sekaligus memriksa kadar gula darah ayah anda setiap bulan. Akan lebih baik jika anda juga konsultasi ke bagian gizi untuk pengaturan pola diit yang tepat. Olahraga teratur kalau bisa dijadwalkan. Semoga bermanfaat. Semoga Allah beri kesembuhan. (dijawab oleh dr. Adika Mianoki)

Silakan Berkomentar