Konsultasi
Konsultasi Herbal: Bell’s Palsy
Pertanyaan:
Aku menderita penyakit ini, sudah hampir 6 tahun.. tadinya saya tidak tahu nama penyakit ini, hanya terkadang wajah bagian kanan saya suka tertarik dan mata ikut menutup… dan kalau saya menedipkan mata semuanya sebagian wajah kanan saya ikut tertarik… rasanya pegal sekali.. apakah ini penyekit Bell pastly.. dan saya sekarang sedang terapi dengan dokter syaraf, tapi dokter tidaj mengatak kalau saya mengidap penyakit tersebut… jadi kalau saya ingin mengkonsumsi obat tersebut apakah bisa dan tidak ada masalah… lalu di mana saya bisa mendapatkan obat tersebut,, terima kasih.
Jawaban:
Ya. Bisa jadi itu merupakan tanda-tanda Bell’s Palsy. Walaupun untuk memastikannya perlu informasi lebih detail dan pemeriksaan fisik yang lebih teliti. Jika Anda sedang mendapat terapi dari dokter saraf, terapi tersebut bisa diteruskan. Untuk tambahannya, Anda bisa menggunakan Afiafit. Afiafit diminum 2×2 kapsul. Beri jeda paling tidak 1 jam dengan pemberian obat dari dokter. Anda bisa mendapatkan produk Afiafit melalui agen yang ada di kota tempat Anda tinggal. Untuk info lebih jelasnya silakan hubungi bagian pemasaran kami atau bisa dilihat di web ini.Terima kasih.
Oleh: dr. Adika Mianoki



Dokter,
Sudah hampir 2 minggu ini saya terkena bells palsy, awalnya gejala yang saya rasakan pada wajah sebelah kiri adalah :
- Mata tidak bisa berkedip dan berair
- Bibir tidak bisa bergerak dengan baik
- Alis tidak bisa naik
- Nyeri di bagian telinga belakang
3 hari kemudian saya berobat yang menggunakan metoda totok [dari ujung kaki s/d ujung kepala] dengan menegeluarkan angin melalui orang yang menotok saya.
Setelah itu perubahan yg dirasakan :
- Mata sudah bisa berkedip walaupun belum sempurna
- Nyeri dibelakang telinga sudah tak terasa
Sampai saat ini sudah 2 kali saya melakukan metoda totok, namun setelah hampir 2 minggu ini perubahan yang dirasakan tidak signifikan.
Yang ingin saya tanyakan:
- Apakah afiafit dapat digunakan untuk penyakit yang saya alami?
- Jika iya, bagaimana cara penggunaannya.
- Berapa lama waktu yang diperlukan sampai sembuh seperti sedia kala?
- Selain mengkonsumsi afiafit, apakah saya harus ke dokter spesialis syaraf untuk fisioterapi? atau metoda lainnya (akupuntur)?
Terima kasih atas perhatiannya.
Tolong dijawab secepatnya..
aku menderita penyakit belspalsi sdh hampr 1 bulan.sudah tiga hari saya mengkonsumsi afiafit.namun pada hari ke 3 pinggang dan punggung saya rasa nyeri sekali.mohon penjelasan dok.tks
Ya. InsyaAllah Afiafit bisa membantu keluhan Anda. Cara minumnya, diminum 3×2 kapsul. Untuk kasus bell’s palsy, kami sarankan untuk tetap dikonsultasikan ke dokter spesialis saraf. Terapi akupunktur bisa dilakukan, insyaAllah cukup membantu.
Untuk sementara kurangi dosisnya dulu. minum 2×1 dulu selama 5 hari. Setelah itu bisa dinaikkan dosisnya sampai 3×2.
saya sudah menderita mati sebelah wajah sudah 7 th apa bisa dsembuhkan??
penyebabnya trauma sehabis operasi,,
apakah apa yang harus saya lakukan /latihan nya agar bisa sembuh seperti semula??
afiafit d bali alamatnya dimana?
dokter,berapa dosis dan aturan minum afiaft dalam sehari untuk mengobati bell palsy??
tolong di balas..
To Dewa,
Kemungkinan terjadi kerusakan pada sebgaian saraf wajah. Kerusakan saraf jika telah berlangsung lama agak sukar untuk bisa kembali normal. Anda bisa mengkonsumsi obat-obat vitamin saraf dan melakukan fisioterapi untuk melatih gerak. Anda juga bisa melakukan akupunktur. Untuk tambahan terapi herbal, kami sarankan minum Afiafit 3×2 kapsul (dr Adika M).
To Dewa,
Untuk herbal Afiafit diminum 3×2 kapsul (dr Adika M)
Assalamualaikum Dok,
Saya terkena Bell’s Palsy 4 hari yang lalu, dan diberi obat prednisolone 25 mg sebanyak 2 tablet/hari.. Besok saya baru akan menjalani fisioterapi.. Jika ingin mengkonsumsi afiafit produk yang mana yg harus saya beli karena saya liat di kategori produk ada banyak pilihan dan berapa dosisnya untuk saya.
Terima kasih. Wassalam.
To Angga,
Untuk terapi tambahan Bell’s Palsy Anda minum bisa Afiafit.Diminum 3×2 kapsul. Terapi obat-obat medis dan juga akupunktur bisa terus Anda lanjutkan (dr Adika M).