Al Manar Herbafit Yogyakarta
Habbatussauda, Jinten Hitam, Blackseed Madu Buah Zaitun Madu Jamur Lingzhi

SELAMAT DATANG

Rasakan produk unggulan kami AFIAFIT yang telah terbukti khasiatnya sejak tahun 2004 dan
100% BEBAS BAHAN KIMIA!

HALAL LP POM MUI 12130001040709

izin Dep. Kes POM TR 093399 691

Serba-Serbi Alergi

February 5, 2010

DEFINISI ALERGI
Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik). Dapat dikatakan pula orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

PENYEBAB ALERGI
Kejadian alergi erat kaitannya dengan fugsi sitem imun tubuh kita. Sistem imun adalah mekanisme pertahanan yang diorganisir oleh tubuh melawan bahan-bahan asing, terutama infeksi-infeksi. Pekerjaannya adalah mengenali dan bereaksi terhadap bahan-bahan asing ini, yang disebut antigen. Antigen adalah bahan-bahan yang mampu menyebabkan produksi dari antibodi-antibodi. Antigen mungkin dapat atau tidak dapat menjurus pada reaksi alergi. Sedangkan alergen adalah antigen tertentu yang menyebabkan reaksi alergi dan produksi dari IgE.
Tujuan dari sistim imun adalah memobilisasi kekuatannya pada tempat penyerangan dan menghancurkan musuh. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menghasilkan protein-protein pelindung yang disebut antibodi yang khusus ditujukan melawan bahan-bahan asing tertentu. Antibodi ini adalah pelindung dan membantu menghancurkan partikel asing dengan melekatkan dirinya pada permukaannya, dengan begitu membuat memepermudah sel-sel imun lain untuk menghancurkannya.Orang yang alergi, mengembangkan antibody spesifik  yang disebut immunoglobulin E (Ig E) sebagai tanggapan pada bahan asing tertentu yang umumnya tidak berbahaya.
Risiko seseorang terkena alergi berhubungan dengan riwayat alergi dari orang tuanya. Jika tidak ada satupun orang tua yang mengalami  alergi, kesempatan untuk menagalami alergi adalah kira-kira 15%. Jika satu orang tua alergi, risikonya meningkat sampai 30% dan jika kedua-duanya alergi, risikonya lebih besar dari 60%.
Walaupun seseorang mungkin mewarisi kecenderungan alergi, mungkin kenyataanya orang tersebut  tidak pernah mempunyai gejala-gejala. Seseorang juga bisa mewarisi alergi yang tidak sama seperti orang tuanya. Masih belum jelas apa yang menentukan bahan-bahan yang memicu reaksi pada orang yang alergi.
Hal lain yang mempengaruhi  alergi adalah lingkungan. Seseorang harus mempunyai tendensi genetik dan terpapar pada alergen sehingga dapat terkena alergi. Sebagai tambahan, lebih hebat dan sering paparan terhadap alergen dan lebih awal terjadi didalam kehidupan, lebih mungkin alergi akan berkembang. Ada pengaruh-pengaruh penting lainnya yang dapat berkomplot untuk menyebabkan kondisi-kondisi alergi, di antaranya adalah merokok, polusi, infeksi, dan hormon-hormon.

BENTUK-BENTUK ALERGI
Bagian-bagian tubuh yang cenderung bereaksi pada alergi adalah mata, hidung, paru-paru, kulit, dan perut. Walaupun beragam penyakit-penyakit alergi dapat timbul berbeda, semuanya berasal dari tanggapan/reaksi imun yang berlebihan pada bahan-bahan asing pada orang yang sensitif. Berikut adalah kejadian alergii yang umumnya terjadi pada manusia.
Rhinitis Alergi
Rhinitis Alergi (“hay fever”) adalah yang paling umum dari bentuk  alergi dan biasanya berupa gejala-gejala hidung musiman yang disebabkan oleh serbuk sari. Rhinitis alergi dapat terjadi sepanjang tahun (yang biasa disebut perennial rhinitis alergi) ,  umumnya disebabkan oleh alergen  didalam rumah/ruangan, seperti tungau (dust mites), bulu binatang, debu, atau jamur. Bisa juga disebabkan oleh serbuk sari. Gejala-gejala yang muncul berasal dari peradangan dari jaringan yang melapisi bagian dalam hidung (selaput-selaput lendir) setelah alergen dihirup. Area-area yang berdekatan, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan dapat juga terlibat.
Gejala-gejala yang paling umum adalah:
•    Hidung meler
•    Hidung mampet
•    Bersin
•    Hidung gatal
•    Telinga dan tenggorokan yang gatal

Asma
Asma adalah gangguan  pernapasan yang berasal dari peradangan dan spasme dari saluran udara paru-paru (bronchial tubes). Peradangan menyebabkan penyempitan dari saluran-saluran udara, yang dapat membatasi aliran udara kedalam dan keluar dari paru-paru. Asma merupakan rekasi alergi yang paling sering.
Gejala-gejala asma seperti:
•    Sesak Napas
•    Batuk
•    Sesak Dada

Alergi Pada Mata
Alergi pada mata (conjunctivitis allergic) adalah peradangan dari lapisan-lapisan jaringan yang menutupi permukaan dari bola mata dan permukaan bawah dari kelopak mata. Peradangan terjadi sebagai hasil dari reaksi alergi dan mungkin dapat menghasilkan gejala-gejala berikut:
•    Kemerahan dibawah kelopak dan mata keseluruhannya
•    Mata menjadi berair dan gatal
•    Terjadi pembengkakan

Alergi Pada Kulit
Allergic eczema (atopic dermatitis) adalah alergi ruam yang umumnya  disebabkan oleh kontak kulit dengan alergen. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan rhinitis alergi  atau asma dan memiliki gejala-gejala sebagai berikut:
•    Gatal, kemerahan, dan atau kekeringan dari kulit
•    Ruam (Rash) pada muka, terutama anak-anak
•    Ruam sekeliling mata-mata, pada lipatan-lipatan sikut, dan dibelakang lutut, terutama pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa

Alergi Gatal
Hives (urtikaria) adalah reaksi kulit yang timbul berupa pembengkakkan yang gatal dan dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja. Hives dapat disebabkan oleh reaksi alergi, seperti pada makanan atau obat-obatan, namun dapat juga terjadi pada orang-orang yang tidak alergi. Gejala-gejala hives yang khas adalah:
•    Kulit kemerahan
•    Gatal yang hebat

Allergic Shock
Allergic shock (anaphylactic shock) adalah reaksi alergi yang mengancam nyawa yang dapat mempengaruhi fungsi beberapa organ pada waktu yang bersamaan. Reaksi  ini secara khas terjadi ketika alergen dimakan (contohnya obat) atau disuntikakan (contohnya obat injeksi). Beberapa atau seluruh dari gejala-gejala berikut dapat terjadi:
•    Hives atau perubahan warna kemerahan dari kulit
•    Hidung mampet
•    Pembengkakkan dari tenggorokan
•    Sakit perut, mual dan muntah
•    Napas pendek, mencuit-cuit (wheezing)
•    Tekanan darah rendah atau shock

ADA DI MANA SAJA ALERGEN-ALERGEN?
Alergen terdapat di sekitar kita . Mungkin dapat terhirup, tercerna (termakan atau tertelan), dipakai pada kulit, atau disuntik kedalam tubuh baik sebagai obat, atau oleh sengatan serangga.

Di dalam Udara Pernapasan
Bernapas dapat penuh risiko jika anda alergi. Disamping oksigen, udara mengandung beberapa partikel tidak berbahaya termasuk alergen. Penyakit-penyakit yang umum yang berasal dari alergen udara adalah hay fever, asma, dan conjunctivitis. Alergen berikut umumnya tidak berbahaya, namun dapat memicu reaksi alergi ketika dihirup oleh individu-individu yang sensitif.
•    Serbuk sari: pohon-pohon, rumput-rumput, dan/atau rumput-rumput liar
•    Tungau
•    Protein-protein binatang: bulu, kulit, dan/atau urin
•    Spora-spora jamur
•    Bagian-bagian tubuh serangga

Di dalam Yang Kita Makan
Ketika makanan-makanan dan obat-obatan dicerna, alergen mungkin dapat masuk kedalam aliran darah dan menjadi terpasang pada IgE tertentu didalam sel-sel pada tempat-tempat yang jauh seperti kulit atau mukosa hidung. Kemampuan dari alergen tersebut menjelaskan  bagaimana gejala-gejala dapat terjadi pada area-area yang berlainan dari saluran pencernaan. Reaksi-reaksi alergi makanan dapat berupa pembengkakan lidah atau tenggorokan dan mungkin diikuti oleh mual, diare, atau kram perut. Kesulitan bernapas dengan hidung atau reaksi-reaksi kulit mungkin juga dapat terjadi. Dua kelompok utama alergen yang dicerna adalah:
•    Makanan: Makanan yang paling umum yang menyebabkan reaksi-reaksi alergi adalah susu sapi, ikan, kerang-kerangan, telur, kacang-kacangan, kedelai, dan gandum.
•    Obat-obatan (ketika diminum), contohnya antibiotic, anti inflamasi, anti piretik (penurun panas), dll.

Menyentuh kulit Kita
Allergic contact dermatitis adalah peradangan kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi lokal. Mayoritas dari reaksi-reaksi kulit lokal ini tidak melibatkan IgE, namun disebabkan oleh sel-sel peradangan. Harus dicatat bahwa ketika beberapa alergen (contohnya, latex) bersentuhan dengan kulit, mereka diserap oleh kulit dan dapat juga berpotensi menyebabkan reaksi-reaksi keseluruh tubuh, tidak hanya pada kulit saja.. Contoh-contoh allergen yang mempengaruhi melalui kontak kulit adalah :
•    Kain
•    Tumbuh-tumbuhan
•    Zat pewarna
•    Bahan-bahan kimia
•    Logam
•    Kosmetik

Allergic contact dermatitis tidak melibatkan antibodi IgE, namun melibatkan sel-sel dari sistem imun yang diprogram untuk bereaksi ketika dipicu oleh alergen. Menyentuh atau menggosok unsur/bahan yang pernah membuat anda sensitif sebelumnya dapat memicu rash kulit (skin rash).

Yang Disuntikkan Kedalam Tubuh
Reaksi yang paling berat dapat terjadi ketika alergen disuntikan kedalam tubuh dan mendapat akses langsung ke dalam aliran darah. Akses ini membawa risiko dari reaksi umum, seperti anaphylaxis, yang dapat membahayakan nyawa. Berikut adalah alergen yang paling umum disuntikan yang dapat menyebabkan reaksi alergi yang berat:
•    Racun serangga
•    Obat-obatan
•    Vaksin-vaksin
•    Hormon-hormon (contohnya, insulin)

Untuk mengetahui seseorang apakah menderita penyakit alergi dapat kita periksa kadar Ig E dalam darah, maka nilainya lebih besar dari nilai normal (0,1-0,4 ug/ml dalam serum) atau ambang batas tinggi. Lalu pasien tersebut harus melakukan tes alergi untuk mengetahui bahan/zat apa yang menyebabkan penyakit alergi (alergen). Untuk mengetahui alergen penyebab alergi, kita bisa melakukan tes alergi.

PENCEGAHAN ALERGI
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi:
•    Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun diluar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi.Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
•    Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi.Untuk mandi, usahakan menggunakan air hangat, dan usahakan mandi sore sebelum pukul.17.00′. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi.
•    Batasi penggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, juga obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
•    Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
•    Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat.
•    Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
•    Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin.
•    Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan manakan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda.
•    Temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi.

Semoga bermanfaat.

Artikel Info Penyakit Lainnya:

  1. Sayangi Jantung Anda
  2. Mengenal Diabetes Mellitus
  3. Waspadai Kanker Payudara Sejak Dini
  4. Mengenal Virus Bell’s Palsy

3 Komentar

  • anak saya berusia 6th. menurut analisa dokter mempunyai sifat alergi yg sangat sensitif. shg sering pilek dan batuk. bolehkah anak seusia 6 th mengkonsumsi afiafit tsb, dan dosisnya berapa.?

  • tiap saya menggunakan hit elektrik, badan saya malah jd bentol2 dan gatal, apakah itu alergi jg??bagaimana solusinya supaya saya tidak alergi seperti ini lagi??balas di email saja ya,terima kasih

  • Maaf kami tidak mengetahui banyak tentang cara kerja hit elektrik. Jika keluhan gatal muncul setelah pemakaian hit elektrik, mungkin itu
    disebabkan alergi terhadap komponen /bahan yang ada pada alat tersebut. Jika memang alergi, cara yang paling efektif adalah berhenti menggunakan alat tersebut.

Kirim Komentar