Konsultasi Sehat

Konsultasi Sehat

dr. Adika Minaoki
0857 4783 7290
Andi Suhendi, S.Farm., Apt.
0852 2649 4607

Info Medis

Penyakit Vertigo

Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng, sempoyongan, mumet, pusing, pening, tujuh keliling, rasa mengambang, kepala terasa enteng dan rasa melayang. Vertigo perlu dipahami karena termasuk keluhan yang sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum.

DEFINISI

Kata vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar. Menurut medis, vertigo didefinisikan sebagai sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, Dapat juga disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Orang yang mengalami vertigo akan �merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan beberapa hari.Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

PENYEBAB

Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer. Kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi).

Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam.Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak.Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telingan dengan otak dan di dalam otaknya sendiri.Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.

Penyebab umum dari vertigo dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Keadaan lingkungan
- Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)
2. Obat-obatan
- Alkohol
- Gentamisin
3. Kelainan sirkulasi
- Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler
4. Kelainan di telinga
- Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo)
- Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri
- Herpes zoster
- Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga)
- Peradangan saraf vestibuler
- Penyakit Meniere
5. Kelainan neurologis
- Sklerosis multipel
- Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau keduanya
- Tumor otak
- Tumor yang menekan saraf vestibularis.

GEJALA

Penderita vertigo merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar. Perasaan tersebut kadang disertai dengan rasa mual dan ingin muntah, bahkan penderita merasa tak mampu berdiri dan kadang terjatuh karena masalah keseimbangan.

Gejala lain yang dapat menyertai vertigo adalah pandangan kabur, merasa lelah dan kurang stamina, sakit kepala, dada berdebar, sempoyongan (tidak seimbang), tidak bisa konsentrasi, nyeri otot leher dan punggung, mual dan muntah, berkeringat, sensitif pada cahaya dan suara berisik, serta menurunnya fungsi kognitif (berpikir dan memori).

Vertigo yang parah dapat bersifat melumpuhkan dan dapat menghasilkan komplikasi seperti iritabilitas, depresi, �dan luka karena jatuh. Jatuh adalah penyebab utama luka serius pada pasien berumur lebih 65 tahun.

JENIS VERTIGO

Vertigo dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu :

  1. Vertigo laryngea, yaitu pusing karena serangan batuk.
  2. Vertigo nocturna, yaitu rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur.
  3. Vertigo ocularis, yaitu pusing karena penyakit mata, khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata.
  4. Vertigo rotatoria, yaitu pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar.

DIAGNOSIS

Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo.Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga.

Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup.Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran.

Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang.Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak. Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf.

PENGOBATAN & PENCEGAHAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat di atas bisa menyebabkan kantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester menimbulkan efek kantuk yang paling sedikit. Anda juga dapat mengonsumsi obat antimuntah. Namun, jika sakitnya terus berlangsung, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter.

Ketika Anda merasakan serangan vertigo, ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan :

  1. Tarik napas dalam-dalam, kemudian pejamkan mata, dan segera mencari posisi yang memungkinkan Anda berbaring. Jika tidak memungkinkan, maka segeralah duduk.
  2. Jika Anda merasa mual dan ingin muntah, maka segeralah mencari bantuan orang-orang di dekat Anda untuk membantu Anda ke toilet.
  3. Ketika Anda berbaring, pertahankan posisi tersebut sampai serangan vertigo berkurang atau hilang.
  4. Buka mata perlahan lalu coba miringkan badan, atau kepala gerakkan kepala Anda dengan perlahan. Jika dengan tindakan ini serangan vertigo ternyata datang kembali, maka itu berarti Anda harus segera memejamkan mata, atau kembali ke posisi semula.

Keberhasilan terapi tergantung beberapa faktor berikut:

  1. Umur pasien
  2. Fungsi kognitif
  3. Koordinasi dan kemampuan motorik
  4. Status kesehatan pasien
  5. Kekuatan fisik

Sedangkan pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pasien yang keseimbangannya dipengaruhi oleh vertigo seharusnya diberi perhatian untuk mencegah luka akibat jatuh.
  2. Seseorang dengan faktor risiko stroke seharusnya mengontrol tekanan darah dan kolesterol serta menghentikan konsumsi rokok.
  3. Pasien dengan penyakit Meniere seharusnya membatasi garam dalam diet mereka.

Artikel Info Penyakit Lainnya:

ginjal

Ginjal

Gagal Ginjal

Herpes

Penyakit Herpes

Foto ronsen penderita tbc

Foto ronsen

Penyakit TBC

wasir

wasir

Wasir

Silakan Berkomentar